Newest Post

Jangan Memaksa Anak Untuk Berhenti Bermain Game, Tapi Arahkan !





Sebagian masyarakat masih memandang aktivitas bermain game elektronik sebagai kegiatan negatif. Mereka hanya melihat dari satu sudut pandang yakni main game atau lebih populer dengan sebutan nge-game hanyalah buang-buang waktu. Padahal jika dilakukan dengan benar, nge-game tidak memberikan dampak negatif seperti anggapan sebagian masyarakat itu.

Ada nilai positif yang bisa didapatkan seorang gamers dari game yang dimainkannya —sama seperti aktivitas permainan lainnya— dengan catatan si gamers bisa mengelola aktivitas bermain game dengan benar. Bahkan ada program training yang diperuntukan bagi para orang tua yang mengangkat isu game sebagai materi pembahasannya yakni "Jangan Paksa Anak Anda Berhenti Main Games tetapi Ajar Mereka Bagaimana Mengelolanya".

"Bisa mengelola", itulah kata kunci bagi orang tua untuk bisa mengajarkan hal positif kepada anak melalui aktivitas nge-game.

Pada artikel ini akan dibahas mengenai cara menjadikan aktivitas nge-game sevagai sarana anak untuk belajar demi mendapatkan sisi positifnya.

1. Melatih konsentrasi


Seseorang jika sudah bermain game, maka mereka akan berkonsentrasi penuh untuk bisa menyelesaikan beragam misi yang diberikan. Nah, di sinilah peran orang tua untuk mengingatkan anak bahwa konsentrasi yang seperti itu juga sebaiknya dan bisa diterapkan ke dalam proses belajar di sekolah, tempat les atau praktek.

Dengan pengarahan seperti itu, sedikit banyak pasti sang anak bisa menganalisa bahwa "Oh ternyata seperti ini konsentrasi yang baik untuk belajar." Dari bermain game diarahkan ke pelajaran. Bukan hanya mengatakan kepada anak untuk berhenti bermain game, atau bahkan menghina kegiatan yang mereka sukai. Dengan menghina atau menganggap kegiatan anak itu tidak baik tanpa memberikan alasan yang cukup masuk akal, bisa jadi akan tumbuh perasaan defensive pada anak terhadap nasehat-nasehat dari orang tuanya.


2. Melatih analisa


Menyelesaikan beragam misi dalam game tidak hanya cukup dengan konsentrasi. Pada game bergenre strategi, pemain dituntut untuk bisa menganalisa strategi yang baik dan efektif untuk menyelesaikan suatu misi. Bagian itulah yang akan mengasah kemampuan analisan anak.

Ada baiknya juga orang tua mendampingi anak ketika memainkan game yang menuntut analisa, karena bisa jadi sang anak sangat ingin menyelesaikan misi yang sedang dijalani namun belum memiliki cukup kemamuan untuk menganalisa masalah yang dihadapi. Supaya anak tidak stres dengan keinginannya itu, ada baiknya orang tua membantu anak untuk ikut memecahkan masalahnya dengan memberikan petunjuk yang diperlukan. Saat itulah selipkan nasehat-nasehat baik kepada anak.

Apabila anak merasa orang tuanya bisa membantunya dalam hal yang disukai, tidak menutup kemungkinan jika nantinya anak juga akan senang hati mendengarkan nasehat orang tua atau bahkan meminta pendapat orang tua atas beragam permasalahan yang dihadapinya kelak.

3. Melatih motorik


Seperti yang diketahui bahwa dalam bermain game, seorang gamers memelukan sarana visual dan input untuk bisa mengendalikan sosok yang terdapat di dalam game. Tahapan inilah yang akan melatih kecepatan berfikir anak antara yang ditampilkan di layar, dengan aksi apa yang harus dilakukan oleh anak pada alat input yang yang digunakan, atau alat itu lebih populer dengan sebutan kontroler.

Ada banyak jenis kontroler game yang beredar saat ini, mulai dari joystik biasa hingga setir mobil yang rumit. KotakGame juga pernah membahas mengenai variasi kontroler yang beredar di seluruh dunia dari zaman dulu hingga masa kini, Kotakers bisa membacanya di sini.

Perkembangan teknologi game sekarang sudah sampai ke perangkat mobile yang dilengkapi oleh layar sentuh. Variasi kontrol untuk memainkan game pun jadi semakin banyak. Apalagi jika mengacu ke game arcade yang biasanya hanya mengkhususkan satu mesin untuk satu game, sehingga kontroler yang disematkan pada mesinnya pun akan membawa pengalaman yang lebih nyata kepada gamers-nya.

4. Melatih kemampuan berbahasa asing


Sebagian gamers merasa bahwa aktivitas main game telah kemampuan berbahasa mereka meningkat. Bahasa di sini adalah bahasa asing seperti Inggris atau sebagian kecil bahasa Jepang. Bukan berarti dengan bermain game maka tidak perlu lagi kursus atau belajar bahasa asing di sekolah, tetapi dengan main game yang menggunakan bahasa asing, maka gamers bisa mengasah kemampuan dasar yang telah diperoleh di sekolah atau tempat kursus.

Kebanyakan game, khususnya mayoritas game konsol masih menggunakan bahasa Inggris dan Jepang sehingga untuk bisa menyelesaikan berbagai misi yang terdapat di dalamnya, mau tidak mau gamers harus memahami bahasanya. Hal itulah yang secara tidak langsung jadi motivasi mereka untuk terus memperbaiki kemampuan berbahasa asing.

5. Memperkaya Imajinasi


Bermain game juga bisa mengasah kemampuan anak untuk berimajinasi. Ada beragam kisah inspiratif yang disajikan dalam sebuah game —sejarah, fabel, fantasi, teka-teki dan masih banyak lagi— yang mana hal itu akan memberikan anak banyak referensi untuk mengambil keputusan. Peran orang tua juga diperlukan dalam tahap perkembangan imajinasi melalui game ini yakni untuk membedakan mana yang baik, buruk, fiksi dan kenyataan.


6. Melatih Kerjasama


Salah satu fitur yang biasa dihadirkan dalam sebuah game adalah multiplayer —local maupun online, versus maupun co-operation—, yang memungkinkan gamers bermain bersama dengan teman. Walaupun ada beberapa game yang hanya bisa dimainkan sendiri, tetapi dengan memilih game yang menghadirkan fitur multiplayer, maka gamers bisa tetap bersosialisasi dengan orang lain melalui game yang dimainkannya.

Secara garis besar, multiplayer di dalam game, khususnya yang co-operation, menuntut kerjasama yang baik antara satu pemain dengan pemain lainnya untuk mencapai satu tujuan seperti menjaga komunikasi, analisa, saling bertukar pendapat dan beberapa kegiatan yang menuntut kerjasama tim lainnya.

7. Menghadirkan semangat


Apabila anak sudah menggemari game, orang tua bisa menjadikan game sebagai hadiah atas pencapaian yang berhasil diraih oleh anak. Misalnya saja jika anak mendapatkan nilai yang bagus, maka orang tua bisa mengijinkan anak untuk bermain game di akhir pekan, atau membelikannya sebuah game baru yang sesuai dengan usianya.

Selain sebagai hadiah, memberikan semangat anak melalui game juga bisa dilakukan oleh orang tua ketika anak sedang bermain. Misalnya saja ketika anak putus asa pada saat gagal menjalankan misi di game, orang tua bisa menyelipkan nasehat pantang menyerah dan terus mencoba agar anak tetap memiliki pemikiran yang positif.

-***-

Terlepas dari buruk atau tidaknya pengaruh game terhadap anak, hal yang tidak kalah penting adalah peran orang tua dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai rating dari game yang akan dimainkan.

Apabila rating-nya tidak sesuai, maka orang tua harus menegaskan kepada anak bahwa ia tidak boleh memainkan game yang rating-nya seperti itu dan memberikan pemahaman atau pilihan lain agar si anak memainkan game yang sesuai dengan usianya.

Game menembak zombie, Tapi bagaimana jika zombie-nya adalah AKB48?




AKB48 merupakan sebuah idol group asal Jepang yang sangat populer di negaranya dan juga di berbagai negara di belahan dunia, termasuk Indonesia (apalagi dengan adanya JKT48 di Indonesia). Banyak orang yang memanfaatkan popularitas grup ini dengan membuat berbagai produk termasuk produk digital seperti game yang bertemakan AKB48.

Salah satu game bertemakan AKB48 yang belum lama ini dirilis adalah game simulasi kencan untuk konsol PSP, PS Vita, dan PS3, dan game model tersebut cocok dengan AKB48, yang memang idola bagi banyak penggemar fanatiknya yang disebut wota. Tapi, berbeda dari game tersebut, game yang satu ini berbeda. Dalam game berjudul Sailor Zombie: AKB48 Arcade Edition, pemain harus menembaki para idola mereka yang berubah menjadi zombie.
Game zombie AKB48 ini ada dalam bentuk arcade, atau game-game ukuran besar yang ada di Timezone atau Fun Land. Secara garis besar, gameplay dari game ini tidak jauh berbeda dengan game arcade menembak kebanyakan. Tapi, selain menembak, game ini anehnya punya bagian gameplay untuk rythm game dengan lagu-lagu AKB48 sebagai lagu latarnya. Entah apa korelasi dari menembaki zombie dengan menyelaraskan diri dengan musik. Tapi, saya rasa penggemar AKB48 tidak akan protes.

Para personil AKB48 yang menjadi ‘bintang’ dalam game ini juga sempat mencoba game ini dan menyaksikan diri mereka sendiri menjadi zombie yang menyerang mereka dari layar (lihat video ini):
 
Sayangnya bagi penggemar AKB48 dan/atau JKT48 di Indonesia, saat ini game ini hanya tersedia di Jepang.

Sumber: 1. https://id.techinasia.com 2. https://goo.gl/53xEdu 3. https://goo.gl/Oss4wm

Harvest Moon: Seeds of Memories Telah Dirilis di AppStore





Setelah lama tidak terdengar kabarnya sejak bulan Juni lalu, tiba-tiba Natsume semalam menepati janjinya dengan merilis Harvest Moon: Seeds of Memories yang merupakan iterasi terbaru dari seri Harvest Moon di App Store. Harvest Moon: Seeds of Memories ditawarkan sebagai game premium dengan banderol yang tidak murah, yaitu Rp149.000.

Harvest Moon: Seeds of Memories mengusung gameplay yang mirip dengan game orisinalnya tentang kehidupan seorang petani mengurus ladang dan bersosialisasi dengan penduduk desa. Kamu dapat menanam berbagai jenis tanaman, memelihara beragam jenis ternak, hingga menikah dengan salah satu penduduk desa. Kamu bahkan bisa memilih menjadi karakter pria atau wanita di sini.  


Saat ini baru versi iOS yang telah dirilis, dengan versi Android disebutkan akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan. Belum ada kejelasan apakah game ini juga akan hadir di Wii U dan PC seperti yang mereka sebutkan sebelumnya. Kalau kamu ingin bernostalgia dengan pengalaman Harvest Moon yang komplet melalui perangkat portabel, segera unduh Harvest Moon: Seeds of Memories melalui tautan di bawah ini.



Game Info

HARVEST MOON: Seeds Of Memories
Natsume Inc. - Jan 13, 2016
Genre: Games, Simulation, Entertainment, Role-Playing
Size: 140.85 MB
Installs: N/A
Rp. 149.000




Review Harvest Moon: Seeds of Memories – Sebuah Kenangan yang Kian Meredup

Setelah penantian panjang oleh banyak gamer di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, akhirnya Harvest Moon: Seeds of Memories rilis untuk perangkat iOS. Tentunya banyak gamer di Indonesia yang menantikan game ini karena teringat popularitas Harvest Moon: Back to Nature yang hadir di PlayStation.
Hadirnya seri terbaru Harvest Moon di smartphone ini menjadi angin segar bagi kamu yang ingin bernostalgia. Dapat dikatakan bahwa Harvest Moon: Seeds of Memories adalah game Harvest Moon pertama di perangkat mobile yang memiliki fitur gameplay yang lengkap, tidak seperti Harvest Moon: Frantic Farming yang dirilis tahun 2009 silam dan berupa game puzzle.

Plot yang Familier

Harvest Moon: Seeds of Memories | Screenshot (1)
Sesuai dengan janjinya, Natsume benar-benar menghadirkan Harvest Moon: Seeds of Memories dengan gameplay yang akan mengingatkan kamu dengan seri Harvest Moon terdahulu. Kamu diminta untuk memilih karakter utama, laki-laki atau perempuan, mirip dengan Harvest Moon: Boy and Girl. Selanjutnya, kamu akan diminta untuk memasukkan nama serta tanggal kelahiran karaktermu sesuai keinginan.
Kisah Harvest Moon: Seeds of Memories hampir sama dengan Harvest Moon: Back to Nature, yakni tentang menyelamatkan perkebunan. Kurcaci kecil akan mengajak karakter utama untuk merawat kebun beserta isinya dengan tujuan mengembalikan ingatan warga akan adanya perkebunan. Alasan sederhana inilah yang membuat karakter utama setuju untuk tinggal dan merawat kebun.
Dari cerita awal ini, sudah tampak bahwa plot pada Harvest Moon: Seeds of Memories tidak sedalam Harvest Moon: Back to Nature yang mengandalkan kedekatan emosional karakter utama dengan sang kakek, serta keinginan untuk mencari tahu teman masa kecil yang sempat terlupakan. Tokoh utama kali ini tidak jelas asal-usul maupun motivasinya, bahkan serta-merta bersedia menerima tawaran kurcaci yang tidak dapat dilihat oleh orang awam.

Navigasi Layar Sentuh yang Mudah

Harvest Moon: Seeds of Memories | Screenshot (2)
Natsume berhasil memanfaatkan fitur layar sentuh yang membuat game ini cocok dimainkan di smartphone. Kamu akan diajak bernostalgia menanam berbagai macam sayur mayur, buah-buahan, bunga, dan juga pohon yang nantinya dapat berbuah.
Tidak hanya membajak dan menyiram saja, gamer juga dapat menambahkan pupuk untuk meningkatkan kualitas tanaman. Pilihan pupuknya pun beragam, sehingga perlu jeli untuk memilih yang terbaik.
Harvest Moon: Seeds of Memories | Screenshot (3)
Selain itu, tidak lupa juga pengalaman untuk merawat ayam, sapi, domba, dan kuda. Hal yang menarik yang dapat ditemukan oleh gamer nantinya adalah kuda yang dirawat dengan baik dapat ditunggangi dan dapat dibawa pergi ke luar perkebunan. Tentunya, hal ini akan semakin menghemat waktu.
Adapun, game ini menerapkan juga sistem waktu yang bergerak cepat di luar ruangan, namun waktu akan berhenti saat memasuki ruangan. Selebihnya, cara berkebun dan beternak hampir sama dengan Harvest Moon: Back to Nature.

Misi untuk Menjalin Hubungan

Harvest Moon: Seeds of Memories | Screenshot (4)
Selain menjalankan perkebunan, akan ada misi untuk menjalin hubungan dengan warga desa, terutama untuk calon kekasih. Kedekatan dengan warga atau calon kekasih dapat dilihat dari not balok yang perlahan-lahan berubah warna dari gelap menjadi merah. Semakin banyak not balok yang terisi, semakin dekat karakter dengan warga.
Untuk meningkatkannya, kamu perlu untuk lebih sering bercakap-cakap dan mengetahui kesukaan tiap orang dengan mencoba memberikan barang-barang yang sebagian besar berhubungan dengan profesi atau hobi tiap orang. Namun, uniknya, setiap hari tokoh utama hanya dapat memberikan satu barang. Ada dua simbol yang muncul di atas kepala sebagai penanda rasa suka. Pertama, not balok kuning yang berarti menyukai. Kedua, lambang cinta yang berarti sangat menyukai.
Harvest Moon: Seeds of Memories | Screenshot (5)
Akan ada karakter peramal bernama Tabitha yang dapat memberikan informasi acak tentang kesukaan tiap orang. Ia pun yang nantinya menjadi peramal cuaca menggantikan televisi yang biasanya menyampaikan ramalan cuaca.
Akan ada misi yang dapat dilihat dalam daftar Memories yang perlu untuk dituntaskan. Totalnya ada 150, mulai dari berkenalan dengan para warga hingga membantu memecahkan berbagai permasalahan. Selebihnya, ada beragam hal yang dapat dikerjakan, mulai dari bercocok tanam, memelihara ternak, memancing ikan, menambang logam, dan merawat anjing serta kucing.
Sedangkan untuk urusan menyimpan progres permainanmu, menyimpan data permainan (save) dapat dilakukan di mana saja, tidak terbatas di tempat tidur. Namun, sayang sekali karena game ini belum menyediakan layanan penyimpanan otomatis (auto-save) yang memudahkan gamer untuk menyimpan data, apalagi mengingat game ini dimainkan di smartphone yang bisa saja penuh notifikasi dan distraksi.

Grafis yang Kaku

Harvest Moon: Seeds of Memories | Screenshot (6)
Sementara itu, grafis game yang ada bisa dibilang terasa sangat kaku. Tampilannya masih 2D lewat perspektif dari atas. Sangat disayangkan mengingat di era mutakhir dengan perkembangan smartphone sekarang ini seharusnya memungkinkan untuk membuat game dengan grafis 3D, namun tetap meninggalkan kesan lucu khas Harvest Moon.
Grafis yang kaku ini seolah membuyarkan ekspektasi akan game Harvest Moon yang menggemaskan dengan grafis yang mengingatkan gamer akan anime atau manga Jepang..
Harvest Moon: Seeds of Memories | Screenshot (7)
Peta wilayah pun tergambar kurang proporsional saat berada di dalam dan di luar ruangan. Selain itu, akan terasa bahwa beberapa rumah penduduk memiliki desain interior yang sama, terlihat dari penempatan barang-barangnya.
Secara keseluruhan, total wilayah di game ini termasuk sempit karena hanya mengandalkan tiga latar, yaitu perkebunan, pemukiman, dan gunung. Namun, wilayah yang sempit itu memang membuat akses ke mana saja jadi lebih mudah dan menghemat waktu.
Untuk urusan audio, musik latar dibuat dengan aransemen sederhana, namun cukup mampu membangun atmosfer cerita. Akan tetapi, saat pengulangan lagu terdengar perpindahan yang kasar sehingga kurang mengenakkan telinga.

Kesimpulan: Coba Pikirkan Kembali untuk Membeli

Harvest Moon: Seeds of Memories | Screenshot (8)
Saat ini, Natsume memang baru merilis Harvest Moon: Seed of Memories untuk perangkat iOS. Namun, mereka berjanji akan merilis untuk perangkat Android beberapa bulan ke depan. Sementara itu, untuk PC dan Wii U dikabarkan akan rilis di akhir tahun.
Harvest Moon: Seeds of Memories di perangkat iOS dapat diunduh dengan harga Rp149.000 dan ukuran data sebesar 148 MB. Harganya cukup mahal dan belum sebanding dengan kualitas yang didapat.
Secara keseluruhan, Harvest Moon: Seeds of Memories belum menjawab harapan saya untuk sebuah Harvest Moon berkualitas di perangkat smartphone. Masih banyak hal yang sebenarnya dapat dimaksimalkan, mulai dari inovasi grafis, plot, hingga gameplay. Game legendaris memang dapat dibuat ulang, namun perlu adanya inovasi agar penikmatnya tidak merasa bosan karena monoton.

Game-game Yang Tergolong Fenomenal Part 2


Ya kali ini mimin akan lanjutin part 2 nya. cekidot:

 6. Criminal Case 

Game android Criminal Case adalah permainan berbasis Detektif yang dikembangkan oleh Pretty Simple.Sekarang game ini sudah bisa anda nikmati pada ponsel android, setelah sebelumnya game ini diperkenalkan pertama kali di Facebook. Game yang mempunyai audio visual yang cukup bagus ini bisa membuat anda ketagihan untuk memainkannya. Bahkan anak-anakpun akan menyukai permainan ini untuk dimainkan oleh mereka. 

7. Angry Birds

Angry Birds merupakan permainan yang banyak digemari setiap orang, tidak hanya dari kalangan anak-anak saja tapi juga orang dewasa maupun tua juga suka dengan permainan Angry Birds. Games Angry Birds dikembangakan oleh Rovio dan mulai populer sejak tahun 2009. Permainan menjadi aplikasi nomor satu di Findlandia, Kemudian kini menjadi populer diseluruh dunia termasuk Amerika Serikat, Inggris, sampai ke Indonesia. 

8. Snake


Kamu yang besar di tahun 2000an, pasti ingat dong dengan permainan ular yang ada di ponsel Nokia klasik zaman dulu? Atau jangan-jangan kamu malah keranjingan mainin game fenomenal ini? Sekarang permainan Snake bisa kamu mainkan lagi di IOS, Android, bahkan Windows Phone.

Game yang bernama C ini merupakan kerja sama antara Taneli Armanto, insinyur senior dari Nokia bersama dengan Rumilus Design yang kemudian mengubah bentuk grafisnya menjadi lebih modern. Nggak perlu mencet tombol, game fenomenal ini memang dioptimalkan untuk dimainkan denan layar sentuh khas bentuk smarphone saat ini.

Untuk memainkannya, gampang banget! Sama seperti saat di Nokia, kamu cuma perlu mengendalikan ular tersebut untuk makan. Nah, semakin banyak makan maka skor yang dihasilkan semakin tinggi, ularnya juga semakin panjang, mainnya jadi tambah susah, adrenalin pun makin terpacu dong!

Snake sendiri merupakan game yang terinstall secara otomatis di setiap handphone Nokia klasik dan disebut-sebut sebagai salah satu game yang paling banyak dimainkan sepanjang masa. Bahkan menurut survey, ada satu miliar orang di dunia ini memainkannya secara adiktif. 




8. Duel Otak


Duel Otak adalah game kuis pintar, penuh warna dan menyenangkan di mana kamu bisa menantang teman-temanmu dan pemain lainnya untuk berduel - dan lebih tahu fakta ajaib lainnya!



Yap, cukup sekian dulu part 2 nya. 

 Sumber:http://www.kaskus.co.id/thread/5660eb149e740428428b4567/game-game-smartphone-yang-tergolong-fenomenal

Game-game Yang Tergolong Fenomenal Part 1


Disadari atau tidak, game-game di bawah ini pasti pernah terinstal di handphone/smartphone agan-agan semua. Ya, karena game-game ini adalah game fenomenal. Apa aja? Cekidot:



1. Clash of Clans (COC)


Clash of Clans (COC) adalah game strategi yang bercerita tenang pertarungan antar clan di masa lalu. Dalam game ini, kamu akan berperan sebagai pimpinan dimana kamu harus membangun desa dan membuat pasukan untuk melindungi desa atau menyerang desa lain. Permainan ini terbilang cukup sulit bagi yang belum terbiasa memainkan game bergenre strategi.


2. Candy Crush Saga

Candy Crush Saga adalah sebuah permainan teka-teki yang nikmat dengan sebuah sentuhan sosial,dimana kita harus menyambungkan warna yang berbeda untuk membuat rantai dan membuatnya menghilang, sementara kita maju melalui paling tidak 200 tingkatan yang akan kita cari dalam petualangan bergula.

Mekanisme dari Candy Crush Saga sangat mudah untuk di pelajari, walaupun sangat sulit untuk di kuasai. oleh karena itu, permainan ini akan di sukai oleh si kecil yang akan bisa berkonsentrasi pada gambar warna dan pergerakan yang mudah; sebaik seperti yang orang yang lebih tua, bahwa akan menemukan tantangan yang lebih jauh daripada hanya memasangkan permen berwarna.

3. Flappy Bird


Flappy Bird adalah sebuah game yang sederhana, hanya memantul-mantulkan sebuah objek sambil menghindari rintangan.
Tidak seperti Angry Bird, Cut The Rope, Where’s My Water, atau game rumit lainnya, Flappy Bird bisa dibilang sangat sederhana bila dilihat dari konsepnya. 



4. Let's Get Rich


Let's Get Rich adalah sebuah permainan board game yang hampir sama dengan permainan Monopoly yang diterbitkan oleh publisher Naver Japan. Tipe permainan seperti ini memang sangatlah cocok untuk siapa saja, selain aplikasi LINE sendiri memang aplikasi yang tidak begitu berat pada perangkat smartphone, tentu saja Let's Get Rich dapat semakin tersebar luas untuk berbagai kalangan. Hanya dengan mengocok dadu, maka setiap pemain dapat berpetualang secara bebas bersama teman-teman.

Let's Get Rich adalah sebuah paduan antara Monopoly dan moderenisasi. Pemain dapat menikmati sensasi berkeliling dunia dan membangun perumahan-perumahan elit yang ada di berbagai penjuru. Pemain bisa mengambil apa saja yang ada di dalam permainan, semakin banyak semakin baik. Hanya dengan mengocok dadu, maka semua properti bisa diraih. Pemain dapat menggunakan kartu karakter, ditambah dengan sedikit keberuntungan maka pemain akan menjadi sangat kaya raya.



5. LINE Rangers


LINE Rangers juga merupakan salah satu game dari LINE yang cukup banyak diminati oleh gamer mobile saat ini. Game LINE Rangers sendiri merupakan game berjenis line defense di mana kita harus mempertahankan benteng kita dari serbuan musuh. Sama seperti game LINE lainnya, game ini juga menggunakan karakter khas LINE seperti Brown, Cony, Sally, dan lainnya.



Untuk Part 2nya akan segera di posting.

Tutorial Memindahkan Game Ke SDCard



Pasti sobat gamers pernah ngerasain kan, pengen banget install sebuah game, tapi ternyata internal kita sudah penuh.Alhasil kita tidak bisa menginstall game tersebut. Cara paling ampuh untuk melegakan memory internal adalah dengan cara memnindahkan aplikasi ataupun game - game yang ada. 

Disini saya akan memberikan tutorial memindahkan aplikasi ataupun game dari internal ke eksternal. Yaitu dengan menggunakan aplikasi Foldermount, aplikasi tersebut membutuhkan akses ROOT.

Bahan - Bahan :

Pilih salah satu, mimin saranin pake yang premium aja.

Step-Step :

  1. Install Foldermount yang telah di download.
  2. Buka FolderMount, pertama kali instal muncul permintaan akses ROOT ijinkan/Allow, kemudian muncul lagi pesan popup dari FolderMount untuk Fix SD Card, Klik OK otomatis akan Reboot.
  3. Buka kembali aplikasi Foldermount.
  4. Pencet logo garis disebelah tulisan List of pairs.
  5. Maka akan muncul menu seperti ini, dan pilih Apps Analyzer
  6. Setelah itu akan keluar daftar aplikasi dan game yang terinstall. Pilih game/aplikasi yang akan dipindahkan. Contoh saya akan memindahkan MCSM. 
  7. Kemudian, create pair obb atau data game tersebut. Disini saya hanya akan memindahkan file obb saja.
  8. Setelah itu akan muncul pop up seperti ini. Pilih Yes.
  9. Kemudian pencet centang di pojok kanan atas.
  10. Kemudian akan muncul pop up lagi. Pilih Yes.
  11. Dan proses akan berjalan. Lama proses tergantung pada besar file game, dan kecepatan sdcard anda, saya menggunakan mircosd class10 sehingga proses tidak terlalu lama.
  12. Kemudian setelah proses selesai. Pencet logo di pojok kiri bawah.
  13. Dan hasilnya akan seperti ini.
  14. Untuk mengecek apakah berhasil atau tidak, caranya sangat gampang. Buka App info dan pilih aplikasi atau game kita. Jika sizenya menjadi 2 kali lipat size awal, maka itu tandanya berhasil.
Cukup sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat

// Copyright © Inukazet //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //